Teddy menambahkan pelaksanaan PMTHMETD II ini akan berdampak positif pada peningkatan ketahanan finansial dan ekuitas MBMA melalui tambahan modal disetor hingga setinggi-tingginya 10 persen.
Sebagai informasi, Perseroan telah menggelar PMTHMETD I pada 2024 untuk memperkuat struktur permodalan dan membiayai ekspansi bisnis strategis seperti pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Feed Preparation Plant (FPP) berkapasitas 55.000 ton MHP per tahun.
Sementara itu, Perseroan akan terus memperkuat posisinya dalam rantai pasok global untuk industri baterai, sekaligus mendukung peran Indonesia sebagai pusat produksi bahan baku kendaraan listrik yang turut mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance) & pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Pada Semester I/2026 MBMA juga mencatat lonjakan kinerja keuangan, seiring peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel. Alhasil, laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melonjak sekitar 830 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi USD54 juta dari USD6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
(kunthi fahmar sandy)