Senada dengan pandangan tersebut, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai konsolidasi empat MI sangat masuk akal secara bisnis untuk menciptakan entitas yang berskala besar dan efisien. Guna merawat kepercayaan masyarakat di tengah besarnya skala tersebut, Implementasi GCG yang transparan sangat penting untuk membuktikan independensi perusahaan kepada investor.
"Risiko terbesarnya struktural. Danantara pemilik MI sekaligus pemilik emiten BUMN yang dibeli MI. Investor perlu kepastian dana publik dikelola untuk nasabah bukan untuk menopang saham BUMN," ujar Wafi.
Wafi juga menerangkan bahwa keterbukaan informasi dan kedisiplinan mengelola risiko adalah instrumen utama yang dapat langsung menjawab dinamika dan ekspektasi investor ritel maupun institusi masa kini.
“Kuncinya batas eksposur ke grup BUMN yang diungkap, keputusan investasi independen dari pemegang saham, pelaporan transparan, dan perlindungan ritel dari mis-selling lewat cabang bank," ucapnya.
(NIA DEVIYANA)