IDXChannel - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
Dikutip dari keterangan tertulis Rabu (24/6/2026), dalam RUPST menyetujui Laporan Tahunan Direksi, Laporan Keberlanjutan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. RUPST juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2025.
Adapun pada tahun 2025, IATA mencatatkan pendapatan sebesar USD79,64 juta dan berhasil meraih laba bersih sebesar USD8,27 juta atau naik 7,73 persen yoy. Margin EBITDA juga meningkat dari 19,13 persen menjadi 22,93 persen pada 2025.
Perseroan berhasil memproduksi batu bara sebanyak 3,42 juta metrik ton (MT), sedangkan volume penjualan batu bara tercatat sebesar 3,51 juta MT. Per akhir tahun 2025, Perseroan memiliki cadangan batu bara terbukti sebanyak 298 juta MT.
Tahun 2026, Perseroan membidik total produksi batu bara sebesar 7,8 juta MT. Sebagai landasan awal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui kuota produksi sebesar 2 juta MT. Untuk mengejar pencapaian target produksi tersebut, Perseroan telah mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Kementerian ESDM.
Target ini diharapkan tercapai dari optimalisasi produksi dari tambang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE).
Di samping itu, RUPST telah menyetujui pengunduran diri Santi Paramita dari jabatannya selaku Komisaris, Henry Suparman dari jabatannya selaku Wakil Presiden Direktur, Anthony Putra Tjiptodihardjo dari jabatannya selaku Direktur, memberhentikan dengan hormat Andrea Frans Tambunan dari jabatannya selaku Direktur sehubungan dengan penugasan lain beliau di lingkungan Perseroan.
RUPST juga menyetujui dan menetapkan Christian untuk diangkat menjadi Direktur Perseroan yang baru.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi IATA terbaru adalah sebagai berikut:
Komisaris
Presiden Komisaris (Independen) : Irjen Pol (Purn) Drs. H. Hamidin
Komisaris : Hartono Tanoesoedibjo
Komisaris : Amin Mansur
Direksi
Presiden Direktur : Suryo Eko Hadianto
Wakil Presiden Direktur : Agustinus Wishnu Handoyono
Wakil Presiden Direktur : Kahar Chua
Direktur : Leader Dermawan Soli Daeli
Direktur : Christian
Dalam RUPST, para pemegang saham Perseroan juga telah menyetujui perubahan beberapa pasal dalam anggaran dasar Perseroan, termasuk perubahan nama Perseroan dari PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk (atau nama lain sesuai persetujuan Kementerian Hukum Republik Indonesia).
Perubahan nama ini dilakukan untuk memperkuat identitas Perseroan, meningkatkan keselarasan dengan visi dan strategi Perseroan, serta mendukung posisi Perseroan di hadapan para pemangku kepentingan.
Selain itu, disetujui pula perubahan pengendali Perseroan dari sebelumnya PT MNC Asia Holding Tbk menjadi PT Karya Pacific Investama (KPI), sebagai dampak dari penyelesaian transaksi pengambilalihan saham Perseroan oleh KPI yang dilakukan melalui mekanisme tender offer sukarela, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yangberlaku di pasar modal Indonesia.
Masuknya KPI sebagai mitra strategis menjadikan fundamental yang solid untuk prospek bisnis IATA ke depan. Sinergi ini diharapkan secara efektif memberikan dukungan dalam aspek permodalan dan kapabilitas ekspansi Perseron sekaligus membuka kolaborasi yang lebih luas guna mendukung pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.
(kunthi fahmar sandy)