IDXChannel—The International Air Transport Association (IATA) memangkas proyeksi perolehan laba sepanjang 2026, dengan besaran nyaris separuh dari proyeksi awal dan realisasi laba pada tahun lalu.
Pemangkasan proyeksi ini disebabkan oleh dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat yang hingga saat ini masih sangat terasa di industri penerbangan. Lonjakan tinggi harga avtur membuat maskapai beroperasi dengan margin keuntungan yang tipis.
Melansir Reuters (8/6/2026), asosiasi yang menaungi 370 maskapai dunia dengan pangsa 85 persen dari total industri penerbangan dunia ini diproyeksikan akan mengantongi laba bersih sekitar USD23 miliar sepanjang 2026.
Angka tersebut jauh di bawah proyeksi awal yang dipatok sebesar USD41 miliar dan lebih rendah lagi bila dibandingkan dengan realisasi laba bersih pada 2025 yang tercatat mencapai USD45 miliar.
Penurunan laba bersih yang diproyeksikan ini menunjukkan kerentanan industri penerbangan terhadap konflik geopolitik yang mengakibatkan ketersediaan avtur volatil, meskipun tingkat permintaan konsumen masih normal.