Maskapai asal Semenanjung Arab seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad, menghadapi ketidakpastian oerasional terparah setelah wilayah udara setempat ditutup total pada awal peperangan.
Walsh mengatakan maskapai Semenangjung Arab sangat mungkin mencatatkan rugi karena imbas perang dan permintaan yang melemah.
Lebih lanjut, IATA memperkirakan biaya avtur seluruh maskapai dalam naungan asosiasi dapat mencapai kisaran USD350 miliar sepanjang tahun ini, naik cukup drastis dari biaya avtur pada 2025 yang hanya USD252 miliar.
(Nadya Kurnia)