sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Imbas Perang Iran-AS, Industri Penerbangan Global Pangkas Proyeksi Laba Nyaris 50 Persen

News editor Kurnia Nadya
08/06/2026 12:15 WIB
Pemangkasan proyeksi ini disebabkan oleh dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat yang hingga saat ini masih sangat terasa di industri penerbangan.
Imbas Perang Iran-AS, Industri Penerbangan Global Pangkas Proyeksi Laba Nyaris 50 Persen. (Foto:
Imbas Perang Iran-AS, Industri Penerbangan Global Pangkas Proyeksi Laba Nyaris 50 Persen. (Foto:

“Ada dua faktor utama. Pertama, kenaikan harga avtur yang ternyata lebih tinggi dari perkiraan banyak orang. Lalu hambatan pada maskapai di wilayah Semenanjung Arab. Jadi kombinasi kedua faktor ini membuat kami memangkas proyeksi,” tutur Direktur Umum IATA Willie Walsh. 

Walsh bahkan mengekspektasikan sejumlah maskapai kecil bakal bangkrut atau diambil alih oleh maskapai besar sepanjang tahun-tahun. Salah satu maskapai kecil yang akhirnya tumbang karena perang Iran-AS adalah Spirit Airlines. 

Selain itu maskapai juga diperkirakan bakal menghapus rute-rute yang kurang menguntungkan untuk mempertahankan margin keuntungan. Apalagi, biaya operasional yang sudah naik sejak perang dimulai tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. 

Pemangkasan rute ini telah dilakukan oleh Lufthansa Group, yang memangkas 20.000 rute penerbangan jarak pendek yang kurang menguntungkan. Dari pemangkasan rute ini, Lufthansa menghemat 40.000 ton avtur. 

Selain itu, peperangan yang tak kunjung selesai membuat maskapai terpaksa mengalihkan rute penerbangan. Sehingga, durasi dan jarak penerbangan pun bertambah, meningkatkan konsumsi bahan bakar dalam kondisi operasional yang sudah serba mahal. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement