Nada yang lebih positif, misalnya adanya sinyal mengenai kemungkinan pencabutan freeze, berpotensi menjadi katalis bagi pasar.
Sebaliknya, pernyataan yang lebih keras dan membuka ancaman penurunan status pasar dapat kembali menekan sentimen.
“Jika regulator mengumumkan reformasi tambahan sebelum keputusan Oktober 2026, kemungkinan MSCI memberikan nada yang lebih positif akan meningkat,” tulis CGSI.
Perkembangan reformasi tersebut menjadi penting karena MSCI sebelumnya menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi yang dinilai mengganggu investability atau kelayakan investasi pasar Indonesia.
MSCI mengakui sejumlah reformasi telah diumumkan regulator, tetapi menekankan bahwa implementasi yang konsisten dan dampak yang berkelanjutan menjadi faktor utama dalam penilaian.