Di tengah proses tersebut, posisi Indonesia dalam indeks MSCI juga telah menyusut cukup tajam.
CGSI mencatat bobot Indonesia di MSCI Asia Pacific ex Japan turun dari 1,2 persen pada Desember 2025 menjadi hanya 0,5 persen pada Agustus 2026.
Jumlah saham Indonesia yang masuk dalam indeks juga terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
Analis UOB Kay Hian Willinoy Sitorus dan tim sebelumnya mencatat bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets telah turun ke sekitar 0,5 persen, dari puncak sekitar 3 persen dalam satu dekade terakhir.
Jumlah konstituen Indonesia juga menyusut menjadi 11 saham dari lebih dari 20 saham beberapa tahun sebelumnya.