Suku bunga yang lebih tinggi memang membantu menjaga stabilitas rupiah, tetapi pelemahan permintaan domestik, perlambatan pertumbuhan kredit, dan penurunan penjualan ritel menjadi risiko bagi pasar saham.
Goldman Sachs pun masih mempertahankan rekomendasi underweight terhadap saham Indonesia.
Sebelumnya, analis Gavekal Research Tom Miller dan Udith Sikand menilai, bertahannya Indonesia di indeks emerging market akan menjaga saham-saham domestik tetap masuk dalam mandat investasi global.
Dengan demikian, risiko gelombang arus keluar dana asing yang lebih besar dapat dihindari.
Bagi investor lokal, keputusan MSCI tersebut dinilai cenderung netral hingga sedikit positif karena sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, bagi investor asing yang sensitif terhadap perubahan indeks MSCI, keputusan itu belum cukup untuk mendorong aksi beli agresif.