Pendapatan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi yang dijalankan PT Tuah Turangga Agung turun 15 persen menjadi Rp15,9 triliun. Volume penjualan batu bara mencapai 7,1 juta ton, termasuk 2,1 juta ton batu bara metalurgi, atau turun 23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, pendapatan segmen kontraktor penambangan yang dijalankan PT Pamapersada Nusantara dan PT Kalimantan Prima Persada naik 11 persen menjadi Rp44,5 triliun, terutama akibat penguatan dolar AS. Namun, volume pemindahan tanah turun 7 persen menjadi 766 juta bank cubic meter (bcm), sedangkan produksi batu bara untuk klien turun 3 persen menjadi 106 juta ton.
Pendapatan dari segmen pertambangan emas dan mineral lainnya turun 53 persen menjadi Rp4,9 triliun, terutama akibat penurunan penjualan emas yang anjlok 70 persen. Adapun di bisnis nikel, PT Stargate Pacific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebanyak 1,157 juta wet metric ton (wmt).
Hingga September 2026, perseroan juga mencatatkan pos nonberulang (non-recurring items) sebesar Rp3,5 triliun. Pos tersebut terutama berasal dari penurunan nilai investasi di Supreme Geothermal Energy serta pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) tambang nikel Stargate.
(Rahmat Fiansyah)