Dia merintis bank pada 1966 dengan membeli sekaligus mendirikan sejumlah bank. Lalu, bank-bank tersebut digabung menjadi satu bernama PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank (PNBN) pada 1971.
Saat ini, dia masih memegang sejumlah posisi strategis dalam struktur grup Panin seperti PT Paninvest Tbk (PNIN).
Harga saham PANS jatuh 15 persen hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) ke level Rp1.585. Penurunan tajam saham tersebut terjadi karena memasuki masa ex-date setelah membagikan dividen jumbo. Dividen tersebut akan dicairkan pada 15 Juli 2026.
(Rahmat Fiansyah)