Komisaris Utama MUTU, Sandiaga Uno menambahkan, salah satu peluang yang dibahas dalam penjajakan kerja sama adalah proyek biochar di Palembang dengan potensi volume sekitar 5.000 ton. Selain itu, terdapat peluang pengembangan proyek serupa di Berau, Kalimantan Timur.
Menurut dia, potensi tersebut masih akan dikaji untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis, peluang pasar, dan bentuk dukungan masing-masing pihak. Implementasi proyek akan bergantung pada hasil kajian dan kesepakatan lebih lanjut.
Dalam kolaborasi ini, MUTU berpotensi mendukung kebutuhan pengujian dan pemastian kualitas sesuai kompetensi serta ruang lingkup layanannya. Para pihak juga menjajaki evaluasi standar dan metodologi yang relevan, termasuk ISO, Puro.earth, dan Gold Standard, untuk memahami persyaratan teknis serta peluang layanan di pasar karbon.
Selain pasar domestik, peluang permintaan internasional, termasuk dari Jepang, turut menjadi perhatian. Penguatan jaringan mitra dan pemetaan kebutuhan pasar diharapkan membuka akses terhadap pengembangan proyek dan peluang kerja sama komersial.
Sandiaga mengatakan, penjajakan tersebut sejalan dengan strategi MUTU untuk menangkap peluang dari tren ekonomi hijau dan keberlanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan memperluas potensi layanan perseroan dalam mendukung industri yang semakin memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelola.