Saham Micron Technology turun 8,4 persen dan menjadi salah satu pemberat utama indeks S&P 500. Saham perusahaan tersebut telah melonjak lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun ini setelah mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat. Pada kuartal yang berakhir 28 Mei, pendapatan Micron meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain Micron, saham Advanced Micro Devices (AMD) melemah 7,7 persen dan Nvidia turun 1,1 persen. Investor mencermati risiko bahwa model AI berbiaya rendah dari China dapat mengurangi kebutuhan terhadap memori komputer dan perangkat komputasi dasar.
Analis ekuitas Morningstar, Jing Jie Yu, menilai pelemahan saham chip global dipicu kekhawatiran pasar terhadap perkembangan kemampuan industri chip China yang berpotensi mengancam posisi kompetitif perusahaan chip dan peralatan semikonduktor global.
"Kami meyakini aksi jual hari ini sebagian besar merupakan reaksi spontan pasar dan cenderung berlebihan. Posisi dominan perusahaan chip global kemungkinan tidak akan terganggu secara signifikan," ujarnya.
Tekanan terhadap saham chip juga terjadi di pasar Asia. Indeks Kospi Korea Selatan turun 10,8 persen setelah saham SK Hynix dan Samsung Electronics mengalami penurunan tajam. Aktivitas perdagangan bahkan sempat dihentikan sementara akibat volatilitas tinggi.