IDXChannel - Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD hingga menembus psikologis baru di level Rp18 ribu per USD pada perdagangan Selasa (29/9/2026).
Mengacu data Bloomberg pada pukul 09.40 WIB, rupiah di pasar spot terkoreksi 24 poin atau 0,13 persen ke level Rp18.002 per USD.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan, tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh kombinasi kecemasan inflasi global, lonjakan harga energi dunia, hingga siklus kebutuhan valuta asing (valas) domestik.
"Pelemahan nilai tukar dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas USD108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz," kata Erwin dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).