IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) tengah melakukan transformasi pasar modal untuk memperkuat tata kelola sebagai respons atas evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Langkah ini diambil menyusul pembekuan sementara rebalancing saham Indonesia oleh MSCI yang menyebabkan tekanan di pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir.
"Dinamika yang ada tentu harus direspons dengan rantai pengambilan keputusan dan koordinasi yang tanpa batas, tanpa sekat, harus cepat sehingga kami memutuskan untuk hadir (berkantor) di Bursa Efek Indonesia," ujar Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Hasan, kehadiran fisik OJK di BEI ini dinilai krusial agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk komisaris dan direksi SRO, dapat berkoordinasi secara cepat dan efektif dalam merespons kebutuhan pasar. Kehadiran fisik OJK di BEI akan dilakukan hingga negosiasi dan evaluasi MSCI rampung pada Mei mendatang.
"Itulah kenapa kami putuskan hadir secara fisik bersama teman-teman lengkap seluruh pengurus. Dengan begitu, pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat tanpa kendala lokasi," katanya.