OJK, lanjut Hasan, telah memperkirakan bahwa agenda reformasi akan memunculkan konsekuensi jangka pendek berupa tekanan terhadap pasar. Namun, reformasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan pasar modal yang lebih kredibel, transparan, berintegritas, dan tahan terhadap berbagai guncangan.
Dia menegaskan, konsekuensi jangka pendek tersebut tidak boleh menggeser tujuan utama reformasi, yakni membangun fondasi pasar modal Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan. Pengalaman tekanan pasar pada 2026 harus menjadi pembelajaran agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.
"Kami meyakini hard lesson yang kita alami rasanya jangan pernah kita harapkan terulang kembali. Cukup sekali kemarin saja," kata Hasan. (Febrina Ratna Iskana)