Sementara itu, keuntungan atas perdagangan efek yang belum direalisasikan menyumbang 13,7 persen atau sebesar Rp64 miliar, berbalik dari rugi -Rp35 miliar pada 2024.
Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp201 miliar, meningkat 70 persen secara tahunan. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan serta kinerja investasi yang lebih baik sepanjang tahun.
Mengacu harga penutupan Kamis (18/6/2026) di level Rp1.745 per saham, dividend yield dari PANS mencapai 14,3 persen.
Saham PANS menguat 4,9 persen ke Rp1.830, tersengat dengan pengumuman dividen jumbo. Jika mengacu penutupan perdagangan hari ini, dividend yield-nya masih cukup tinggi di level 13,7 persen.
(Rahmat Fiansyah)