Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui reinvestasi laba bersih untuk memperkuat fundamental bisnis dan mendukung strategi pertumbuhan.
Alokasi dana tersebut akan diarahkan pada pengembangan teknologi, ekspansi pasar internasional, serta penguatan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber.
"Selain itu, keputusan untuk tidak membagikan dividen juga kami ambil untuk membangun bantalan likuiditas (cash buffer) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi tekanan makroekonomi," ujar Kresna.
Bagi Perseroan, langkah strategis ini sengaja dilakukan dengan tujuan untuk mengamankan keberlangsungan operasional (going concern) dan menjaga fleksibilitas Perseroan di masa depan.
Kresna menjelaskan bahwa optimisme Perseroan di sepanjang 2026 didorong oleh proyeksi peningkatan kebutuhan keamanan informasi global dan potensi ekonomi digital Indonesia yang terus bertumbuh pesat.
Dengan berbekal pengalaman menangani sistem mission critical sejak 2011, Elitery fokus pada akselerasi teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform seperti Elipedia, Elitementor dan penguatan layanan keamanan siber yang proaktif.
"Inovasi ini didukung oleh status kami sebagai satu-satunya mitra lokal di Indonesia yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP)," ujar Kresna.