sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemegang Saham BEI Sambut Positif Rencana Demutualisasi

Market news editor Tangguh Yudha
12/08/2026 14:35 WIB
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut bahwa para pemegang saham menyambut baik rencana pemerintah mendorong demutualisasi Bursa.
BEI menyebut bahwa para pemegang saham menyambut baik rencana pemerintah mendorong demutualisasi Bursa. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
BEI menyebut bahwa para pemegang saham menyambut baik rencana pemerintah mendorong demutualisasi Bursa. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut bahwa para pemegang saham menyambut baik rencana pemerintah mendorong demutualisasi Bursa. Langkah strategis tersebut dinilai dapat membawa kemajuan bagi ekosistem pasar modal di Tanah Air.

Sebagai informasi, BEI saat ini dimiliki oleh Anggota Bursa (AB). Hingga akhir 2025, terdapat 93 AB yang menjadi pemegang saham BEI dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp772,5 miliar.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, respons positif tersebut diberikan setelah BEI berkomunikasi dengan para pemegang saham terkait rencana perubahan struktur kepemilikan Bursa pada akhir Juli 2026.

"Pada kesempatan itu, kami mendapatkan respons positif dari pemegang saham Bursa saat ini terkait dengan rencana demutualisasi," katanya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar secara virtual pada Rabu (12/8/2026).

Jeffrey menyebut BEI merupakan salah satu bursa besar di dunia yang hingga kini belum melakukan demutualisasi. Karena itu, rencana tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing BEI.

"Karena tentu kita semua sepakat bahwa dari sekian banyak Bursa besar di dunia, Bursa Efek Indonesia adalah salah satu Bursa yang belum melakukan demutualisasi," tuturnya.

Menurutnya, demutualisasi diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi BEI, terutama dalam meningkatkan fleksibilitas dan daya saing Bursa di tingkat global.

"Tentu dengan demutualisasi ini, kita optimistis Bursa Efek Indonesia akan menjadi lebih modern, akan menjadi lebih lincah, dan akan punya daya saing yang lebih tinggi di tingkat global," ucapnya.

Kendati demikian, Jeffrey menegaskan belum ada keputusan yang diambil pemegang saham terkait rencana demutualisasi dalam RUPSLB kali ini. Dalam agenda kedua RUPSLB, BEI hanya menyampaikan perkembangan rencana tersebut kepada para pemegang saham.

"Di dalam agenda kedua itu tidak dilakukan pengambilan keputusan. Jadi, kami menginformasikan kepada para pemegang saham terkait dengan progres dari rencana demutualisasi Bursa Efek," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement