Laba kotor juga mengalami lonjakan signifikan 138,70 persen dari Rp362,35 miliar di kuartal pertama 2025 menjadi Rp864,92 miliar di kuartal pertama 2026.
"Marjin laba kotor pada kuartal pertama tahun 2026 sekitar 82 persen,” ujar Tondy.
Jumlah aset perseroan per 31 Maret 2026 tercatat naik menjadi Rp8,11 triliun, serta posisi kas dan setara kas sebesar Rp1,28 triliun.
Jumlah liabilitas juga meningkat menjadi Rp679,56 miliar, dan ekuitas Rp7,43 triliun.
(DESI ANGRIANI)