Seiring efisiensi tersebut, laba usaha PNGO meningkat signifikan 33,6 persen yoy menjadi Rp444,30 miliar dari Rp332,50 miliar pada 2024.
Di sisi lain, beban keuangan tercatat turun 25,5 persen menjadi Rp29,82 miliar dari Rp40,02 miliar. Sementara itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp94,61 miliar dari Rp69,43 miliar pada tahun sebelumnya, namun tidak menghambat pertumbuhan laba bersih perseroan.
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp338,20 miliar, naik 40,3 persen yoy dibandingkan Rp240,99 miliar pada 2024. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp412 dari Rp282 pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,74 triliun, sedikit menurun dari Rp1,76 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, ekuitas meningkat dari Rp965,8 miliar menjadi Rp1,17 triliun. Adapun total liabilitas perseroan turun dari Rp797,87 miliar menjadi Rp575,13 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)