Produksi batu bara untuk klien PT Pamapersada Nusantara (Pama) juga turun 3 persen menjadi 80 juta ton dari sebelumnya 83 juta ton. Adapun rata-rata stripping ratio tercatat 7,1 kali, mengikuti target produksi klien berdasarkan RKAB yang telah disetujui.
Di segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, PT Tuah Turangga Agung (TTA) yang merupakan anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara dan PT United Tractors Tbk mencatat penjualan batu bara 6,5 juta ton hingga Juli 2026. Angka tersebut termasuk penjualan batu bara metalurgi sebanyak 1,8 juta ton.
"Total penjualan ini turun 18 persen dari 8 juta ton pada periode yang sama tahun lalu," ujar Ari.
Tekanan juga terjadi pada segmen pertambangan emas. Penjualan setara emas dari PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya hingga Juli 2026 tercatat 32.000 ons, anjlok 78 persen dibandingkan 143.000 ons pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ari menjelaskan penurunan tersebut terutama disebabkan minimnya penjualan emas dari tambang Martabe akibat penghentian sementara operasional tambang. Namun, operasional tambang emas Martabe telah kembali berjalan pada periode pelaporan kuartal kedua.