Bagi OASA sendiri, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi dalam mendukung pengembangan ekosistem WtE nasional melalui kolaborasi bersama mitra strategis yang memiliki pengalaman dan kapabilitas di bidang pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.
Bobby menjelaskan, upaya pengembangan ekosistem WtE memang membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan, agar dapat menghadirkan manfaat secara lebih optimal bagi masyarakat.
"Perkembangan saat ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pembangunan fasilitas WtE di Indonesia. OASA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek yang tidak hanya menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, tapi juga memberikan kontribusi terhadap transisi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Bobby.
Bagi OASA, perkembangan proyek pengembangan di Lampung Raya sendiri dapat diartikan sebagai pelengkap portofolio WtE Perseroan, yang saat ini terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara, pada proyek PSEL Tangerang Selatan, Perseroan terus melanjutkan proses penyesuaian pengembangan proyek sesuai implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses transisi menuju skema pengembangan yang selaras dengan kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan fasilitas WtE nasional, sekaligus memperkuat landasan pengembangan proyek pada tahap berikutnya.