Tren tersebut tercermin dari meningkatnya aktivitas transaksi investasi melalui kanal digital OCBC. Porsi transaksi wealth melalui kanal digital naik dari 30 persen pada 2024 menjadi 44 persen pada 2025.
Selain itu, jumlah transaksi obligasi melalui platform digital tumbuh 50 persen YoY, dengan volume transaksi meningkat 89 persen YoY.
Dari sisi bisnis, unit wealth management OCBC juga membukukan pertumbuhan yang solid. Dalam periode 2022 hingga 2025, dana kelolaan atau assets under management (AUM) tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 29 persen, hingga mencapai lebih dari Rp120 triliun pada akhir 2025.
Direktur OCBC, Johannes Husin, mengatakan fenomena tersebut menunjukkan bahwa wealth management tengah mengalami pergeseran dari layanan yang eksklusif menjadi solusi finansial yang dapat diakses lebih luas.
"Fenomena ini menunjukkan bahwa wealth management sedang mengalami pergeseran dari layanan yang eksklusif menjadi solusi finansial yang dapat diakses oleh lebih banyak segmen nasabah. Ke depan, OCBC melihat wealth management akan menjadi semakin digital, personal, dan inklusif. Teknologi memungkinkan kami menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, sementara pemanfaatan data membantu memberikan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan setiap nasabah, tidak hanya nasabah affluent saja tetapi untuk semua segmen," ujar Johannes.