Selain melalui aplikasi mandiri, Ultra Voucher memperluas jangkauan distribusi voucher digital melalui integrasi dengan platform perbankan besar (mobile banking) seperti BCA, BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Kolaborasi ini turut memperkaya use case layanan, di mana nasabah dapat menukarkan poin loyalitas kartu kredit atau debit menjadi voucher digital hingga frequent flyer miles seperti GarudaMiles dan KrisFlyer.
Meski demikian, Riky menegaskan integrasi pada saluran pihak ketiga tidak otomatis menjadikan pengguna bank tersebut sebagai basis data pengguna Ultra Voucher. Perseroan menerapkan batasan yang tegas demi menjaga kerahasiaan dan privasi data nasabah.
"Apakah ini artinya akan menjadi user yang ultra-voucher? Tentu tidak. Karena kita tetap menjunjung yang namanya data privacy dan customer data protection. Sehingga data-data yang dimiliki oleh spesifik entitas bisnis, yaitu pihak ketiga kita, itu dimiliki oleh data dari pihak ketiga,” kata Riky.
“Tidak menjadi data ultra-voucher, tidak masuk ke aplikasi data ultra-voucher. Sehingga kita juga menciptakan barrier yang sangat clear antara user di aplikasi B2C dengan user yang ada di pihak ketiga atau banking," kata dia.
Riky menambahkan bahwa komitmen terhadap keamanan sistem informasi dan perlindungan data pribadi tersebut telah dibuktikan lewat sertifikasi standar internasional yang berhasil diraih perseroan.