sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Potensi Pasar Masih Luas, Ultra Voucher (UVCR) Komitmen Lindungi Data Nasabah Pihak Ketiga

Market news editor Anggie Ariesta
10/09/2026 18:27 WIB
Ultra Voucher (UVCR) optimistis tren pertumbuhan pengguna dan transaksi pada segmen Business-to-Consumer (B2C) akan terus melaju pesat.
Potensi Pasar Masih Luas, Ultra Voucher (UVCR) Komitmen Lindungi Data Nasabah Pihak Ketiga. (Foto: iNews Media Group)
Potensi Pasar Masih Luas, Ultra Voucher (UVCR) Komitmen Lindungi Data Nasabah Pihak Ketiga. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher optimistis tren pertumbuhan pengguna dan transaksi pada segmen Business-to-Consumer (B2C) akan terus melaju pesat. Potensi tersebut ditopang oleh penetrasi pasar yang masih sangat terbuka luas serta ekspansi fitur pertukaran poin (point exchange) pada platform pihak ketiga.

Direktur Ultra Voucher, Riky Boy H Permata menjelaskan, aktivitas dan transaksi pengguna pada aplikasi B2C perseroan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, baik dari sisi demografi maupun jumlah pengguna aktif harian.

"Secara penggunaan atau tren daripada user di aplikasi B2C kita itu selalu meningkat dari sisi jumlah usernya, dari sisi jumlah aktif usernya, dan juga dari sisi demografinya karena kita memiliki big data di mana end user-end user kita secara KYC itu memiliki data-data berlokasi di Jakarta, Surabaya, Jawa Timur, Medan, dan lainnya. Sehingga penggunaan di luar Jakarta setiap bulannya itu juga selalu meningkat," ujar Riky dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Riky menekankan jumlah pengguna aplikasi Ultra Voucher yang saat ini berada di kisaran 900 ribu masih membuka ruang pertumbuhan yang amat besar jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia. Capaian peningkatan laba bersih hingga 600 persen pada semester I-2026 menjadi cerminan dari besarnya ceruk pasar yang berhasil digarap perseroan.

"Ditambah lagi, dengan jumlah user kita yang masih 900 ribu, size daripada jumlah penduduk Indonesia yang 300 juta penduduk, ini masih sangat jauh. Sehingga tren atau loop terhadap peningkatan dari revenue kita masih sangat besar sekali ke depannya. Dan itu yang terjadi di tahun ini kita secara laba bersih, kita meningkat 600 persen peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu," kata dia.

Selain melalui aplikasi mandiri, Ultra Voucher memperluas jangkauan distribusi voucher digital melalui integrasi dengan platform perbankan besar (mobile banking) seperti BCA, BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Kolaborasi ini turut memperkaya use case layanan, di mana nasabah dapat menukarkan poin loyalitas kartu kredit atau debit menjadi voucher digital hingga frequent flyer miles seperti GarudaMiles dan KrisFlyer.

Meski demikian, Riky menegaskan integrasi pada saluran pihak ketiga tidak otomatis menjadikan pengguna bank tersebut sebagai basis data pengguna Ultra Voucher. Perseroan menerapkan batasan yang tegas demi menjaga kerahasiaan dan privasi data nasabah.

"Apakah ini artinya akan menjadi user yang ultra-voucher? Tentu tidak. Karena kita tetap menjunjung yang namanya data privacy dan customer data protection. Sehingga data-data yang dimiliki oleh spesifik entitas bisnis, yaitu pihak ketiga kita, itu dimiliki oleh data dari pihak ketiga,” kata Riky.

“Tidak menjadi data ultra-voucher, tidak masuk ke aplikasi data ultra-voucher. Sehingga kita juga menciptakan barrier yang sangat clear antara user di aplikasi B2C dengan user yang ada di pihak ketiga atau banking," kata dia.

Riky menambahkan bahwa komitmen terhadap keamanan sistem informasi dan perlindungan data pribadi tersebut telah dibuktikan lewat sertifikasi standar internasional yang berhasil diraih perseroan.

"Ini juga selaras karena di tahun ini kita juga sudah masuk dan mendapatkan ISO 27001. Sehingga ini menandakan confidence daripada masyarakat dan investor bagaimana kita perseroan sangat menjunjung tinggi perihal data protection dan data security di perseroan juga," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement