sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prodia (PRDA) Raih Pendapatan Rp501 Miliar di Kuartal I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/04/2026 16:56 WIB
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid dan tetap resilien di tengah dinamika ekonomi-politik global.
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid dan tetap resilien di tengah dinamika ekonomi-politik global. (Foto: Ist)
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid dan tetap resilien di tengah dinamika ekonomi-politik global. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid dan tetap resilien di tengah dinamika ekonomi-politik global. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp501,4 miliar, meningkat 3,8 persen secara tahunan.

Pendapatan Prodia pada periode ini ditopang oleh kontribusi utama dari segmen tes rutin dan tes esoterik yang menunjukkan permintaan berkelanjutan. Hal ini menjadikan kuartal I-2026 sebagai capaian pendapatan kuartal pertama tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Sejalan dengan pergerakan pendapatan, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp229,3 miliar, naik 4,4 persen. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya kunjungan dan volume tes pemeriksaan, yang mencerminkan tingginya permintaan layanan diagnostik serta didukung oleh peningkatan penjualan tes rutin dan tes esoterik.

Dengan demikian, laba bersih Prodia pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp17,9 miliar, tumbuh 150,1 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan serta optimalisasi harga pokok penjualan dan biaya operasional. Sepanjang 2026, perseroan akan tetap fokus menjaga margin laba melalui efisiensi biaya yang lebih ketat, sambil memastikan operasional berjalan optimal.

Dari sisi arus kas, arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp112,2 miliar. Hal ini mencerminkan dinamika operasional perseroan serta pengelolaan modal kerja yang tetap terjaga secara prudent.

Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp62,8 miliar, seiring pengeluaran untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Prodia juga terus menunjukkan posisi keuangan yang solid hingga akhir Maret 2026, dengan total aset mencapai Rp2,6 triliun. Dari sisi struktur permodalan, total liabilitas tercatat sebesar Rp263,5 miliar, sementara total ekuitas mencapai Rp2,4 triliun.

Tingkat likuiditas tetap terjaga, mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek secara tepat waktu serta menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional dan ekspansi. Komposisi ini mencerminkan profil leverage yang sehat dan fondasi permodalan yang kuat.

Dalam menjaga struktur keuangan yang sehat, Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan komposisi liabilitas dan ekuitas secara optimal. Strategi ini bertujuan meningkatkan efisiensi biaya modal sekaligus memperkuat fleksibilitas keuangan dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan.

Ke depan, Perseroan berkomitmen menjaga kinerja berkelanjutan melalui inovasi layanan, peningkatan kualitas diagnostik, serta pengelolaan operasional yang efisien, seiring prospek positif industri layanan kesehatan di Indonesia.

"Kuartal I-2026 menjadi referensi awal bagi perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama Ramadan dan Idul Fitri yang memengaruhi pola konsumsi, serta direspons melalui inisiatif peningkatan kesadaran kesehatan seperti kampanye #TenangKarenaTau. Di sisi lain, perseroan juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent," kata Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Untuk mendorong kinerja ke depan, Prodia mengakselerasi strategi melalui penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan, serta pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti stem cell, autoimmune & allergy, dan longevity. Prodia juga baru-baru ini meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong, Tangerang, serta Stem Cell Clinic di Pondok Indah, Jakarta.

"Selain itu, kami juga terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks, seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics. Upaya ini didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, dan ekspansi selektif guna menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai berkelanjutan,” ujar Liana.

Sementara itu, Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia mengatakan, fondasi keuangan perseroan tetap berada dalam kondisi solid sehingga mampu menopang keberlangsungan operasional secara berkelanjutan. Perseroan telah mengambil langkah antisipatif dan melakukan evaluasi risiko secara cermat agar stabilitas kinerja keuangan tetap terjaga.

"Ke depan, perseroan akan terus disiplin dalam pengelolaan biaya (cost discipline), menerapkan prioritas dalam setiap strategi, serta memastikan setiap investasi memiliki return on investment yang jelas," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement