"Kuartal I-2026 menjadi referensi awal bagi perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama Ramadan dan Idul Fitri yang memengaruhi pola konsumsi, serta direspons melalui inisiatif peningkatan kesadaran kesehatan seperti kampanye #TenangKarenaTau. Di sisi lain, perseroan juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent," kata Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Untuk mendorong kinerja ke depan, Prodia mengakselerasi strategi melalui penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan, serta pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti stem cell, autoimmune & allergy, dan longevity. Prodia juga baru-baru ini meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong, Tangerang, serta Stem Cell Clinic di Pondok Indah, Jakarta.
"Selain itu, kami juga terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks, seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics. Upaya ini didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, dan ekspansi selektif guna menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai berkelanjutan,” ujar Liana.
Sementara itu, Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia mengatakan, fondasi keuangan perseroan tetap berada dalam kondisi solid sehingga mampu menopang keberlangsungan operasional secara berkelanjutan. Perseroan telah mengambil langkah antisipatif dan melakukan evaluasi risiko secara cermat agar stabilitas kinerja keuangan tetap terjaga.
"Ke depan, perseroan akan terus disiplin dalam pengelolaan biaya (cost discipline), menerapkan prioritas dalam setiap strategi, serta memastikan setiap investasi memiliki return on investment yang jelas," katanya.
(Rahmat Fiansyah)