Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp62,8 miliar, seiring pengeluaran untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Prodia juga terus menunjukkan posisi keuangan yang solid hingga akhir Maret 2026, dengan total aset mencapai Rp2,6 triliun. Dari sisi struktur permodalan, total liabilitas tercatat sebesar Rp263,5 miliar, sementara total ekuitas mencapai Rp2,4 triliun.
Tingkat likuiditas tetap terjaga, mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek secara tepat waktu serta menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional dan ekspansi. Komposisi ini mencerminkan profil leverage yang sehat dan fondasi permodalan yang kuat.
Dalam menjaga struktur keuangan yang sehat, Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan komposisi liabilitas dan ekuitas secara optimal. Strategi ini bertujuan meningkatkan efisiensi biaya modal sekaligus memperkuat fleksibilitas keuangan dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan.
Ke depan, Perseroan berkomitmen menjaga kinerja berkelanjutan melalui inovasi layanan, peningkatan kualitas diagnostik, serta pengelolaan operasional yang efisien, seiring prospek positif industri layanan kesehatan di Indonesia.