Memasuki 2026, PALM mempertahankan tren kinerja positifnya. Dalam tiga bulan pertama, perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun, meningkat 263,3 persen dari kuartal 1-2025.
Peningkatan ini juga ditopang oleh lonjakan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar 287,2 persen menjadi Rp2,44 triliun. Total aset juga meningkat 25,6 persen menjadi Rp11,55 triliun dari Rp9, 19 triliun.
“Kinerja 2025 dan kuartal I-2026 membuktikan bahwa strategi investasi aktif yang kami jalankan memberikan hasil yang konsisten. Kami membangun portofolio di sektor-sektor dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang," kata Ellen.
Ia mengungkap, kinerja PALM pada 2025 dan berlanjut di awal 2026 salah satunya dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan divestasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) melalui entitas anak PT Suwarna Arta Mandiri (SAM) pada September 2025.
Selain memberikan realisasi keuntungan yang besar, karena selisih nilai beli dan harga jual yang tinggi, divestasi ini memungkinkan PALM untuk pembayaran utang dipercepat untuk memperkuat struktur keuangan dan merestrukturisasi portofolio investasi ke depan.