IDXChannel - Rencana produsen aluminium asal Rusia, Rusal, membangun fasilitas bauksit dan alumina di Indonesia dinilai belum banyak memberi dampak langsung terhadap saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Proyek tersebut masih berada pada tahap awal, sementara mitra, kebutuhan belanja modal, hingga jadwal pembangunan belum ditetapkan.
Analis Mirae Asset Sekuritas Fauzan Luthfi Djamal mengatakan, secara strategis Rusal memiliki alasan kuat untuk mengembangkan kapasitas bauksit dan alumina di Indonesia.
Kenaikan biaya bahan baku di Rusia serta potensi pembatasan pasokan alumina dari Eropa membuat Indonesia menjadi salah satu opsi yang menarik bagi perusahaan tersebut.
“Indonesia memiliki basis sumber daya bauksit yang besar, lokasi di kawasan Pasifik, serta kebijakan yang mendukung investasi hilirisasi,” tulis Fauzan dalam riset bertajuk Rusal: Still Finding Its Footing yang diterbitkan 30 September 2026.