Fauzan menilai biaya pembangunan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan keekonomian proyek.
Dengan asumsi belanja modal (capex) sebesar USD1.100 per ton dan harga alumina spot USD353 per ton, kilang terintegrasi berkapasitas 1 juta ton per tahun hanya menghasilkan tingkat pengembalian sekitar 5,5 persen.
Sebaliknya, jika biaya pembangunan dapat ditekan ke kisaran USD500-710 per ton seperti yang tersirat dari proyek Tianshan di Indonesia, tingkat pengembalian dapat meningkat menjadi 10,8-12,9 persen.
Dengan biaya pembangunan USD325 per ton, tingkat pengembalian diperkirakan berada di kisaran 7,7-9,5 persen.
“Hal ini membuat biaya konstruksi menjadi penentu utama keekonomian proyek,” ujar Fauzan.