sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Proyek Bauksit dan Alumina Rusal di Indonesia Masih Dini, Dampak ke Saham Dinilai Terbatas

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
01/10/2026 09:55 WIB
Rencana produsen aluminium asal Rusia, Rusal, membangun fasilitas bauksit dan alumina di Indonesia dinilai belum banyak memberi dampak langsung.
Proyek Bauksit dan Alumina Rusal di Indonesia Masih Dini, Dampak ke Saham Dinilai Terbatas. (Foto: iStock)
Proyek Bauksit dan Alumina Rusal di Indonesia Masih Dini, Dampak ke Saham Dinilai Terbatas. (Foto: iStock)

Fauzan menilai biaya pembangunan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan keekonomian proyek.

Dengan asumsi belanja modal (capex) sebesar USD1.100 per ton dan harga alumina spot USD353 per ton, kilang terintegrasi berkapasitas 1 juta ton per tahun hanya menghasilkan tingkat pengembalian sekitar 5,5 persen.

Sebaliknya, jika biaya pembangunan dapat ditekan ke kisaran USD500-710 per ton seperti yang tersirat dari proyek Tianshan di Indonesia, tingkat pengembalian dapat meningkat menjadi 10,8-12,9 persen.

Dengan biaya pembangunan USD325 per ton, tingkat pengembalian diperkirakan berada di kisaran 7,7-9,5 persen.

“Hal ini membuat biaya konstruksi menjadi penentu utama keekonomian proyek,” ujar Fauzan.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement