Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade yang dicapai pada Rabu.
Kondisi tersebut membuka ruang bagi aksi bargain hunting.
Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O'Connell menilai level USD4.000 mulai membentuk area penopang harga emas.
“Pasar dapat berargumen bahwa kenaikan suku bunga The Fed berikutnya sudah tercermin dalam harga, begitu pula ekspektasi pembelian bersih oleh sektor resmi yang berlanjut. Tanpa adanya peristiwa black swan, saya sulit melihat emas menembus level yang lebih tinggi secara meyakinkan,” ujar O'Connell, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, hasil survei mingguan Kitco News menunjukkan prospek emas mulai kembali bullish di kalangan pelaku pasar Wall Street.
Dari 14 analis yang berpartisipasi, sebanyak tujuh analis atau 50 persen memperkirakan harga emas naik pada pekan ini.