Analis Senior James Stanley dari Forex.com menilai aksi jual tajam pada pekan lalu berpotensi menandai fase kapitulasi, setelah harga emas turun dengan cepat tetapi kemudian mendapat respons beli di level terendah.
“Menurut saya, kita mungkin telah melihat kapitulasi pekan lalu karena aksi jual berlangsung bersih dan para penjual dengan cepat mundur dari level terendah,” kata Stanley.
Di sisi lain, Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management, memperkirakan harga emas masih bergerak naik-turun hingga terdapat kejelasan lebih lanjut mengenai perang dan dampaknya terhadap inflasi.
“Kami memperkirakan pergerakan naik-turun akan berlanjut hingga perang berakhir, yang mendorong ekspektasi inflasi konsumen lebih rendah dan mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga,” ujar Day.
Sementara itu, Darin Newsom, Analis Pasar Senior Barchart.com, memperkirakan harga emas berpeluang menguat dengan kondisi fundamental yang belum banyak berubah.