Managing Director Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, mengatakan kilau emas mulai meredup setelah harganya turun jauh dari level sekitar USD4.700 pada akhir Agustus.
Menurutnya, salah satu pengecualian yang masih dapat membuka ruang bagi pemulihan adalah kondisi teknikal emas yang kini berada di bawah lower Bollinger Band, yakni lebih dari dua standar deviasi di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20).
Sementara itu, Adam Button, Head of Currency Strategy di investingLive, memperkirakan risiko geopolitik dapat meningkatkan volatilitas harga emas.
Pemilu sela Amerika Serikat dan potensi berlanjutnya perang Iran menjadi dua faktor yang perlu diperhatikan investor pekan ini.
“Saya khawatir Trump dapat mengambil langkah yang memicu eskalasi, sehingga mendorong perdagangan risk-off yang tajam,” ujar Button.