IDXChannel - Harga minyak mentah berpotensi menghadapi tekanan pada awal pekan setelah pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong pasar mengurangi premi risiko perang.
Namun, risiko pasokan masih membayangi karena lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap jauh di bawah kondisi normal.
Mengutip analisis FX Empire oleh James Hyerczyk, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) November ditutup di USD92,41 per barel pada Jumat (25/9/2026), turun USD2,20 atau 2,33 persen.
Sementara Brent Desember ditutup di USD97,44 per barel, turun USD2,78 atau 2,77 persen.
Tekanan harga terjadi setelah muncul pembicaraan gencatan senjata AS-Iran yang membuka kemungkinan penyelesaian bertahap konflik.