"Pelepasan selama 20 hari dapat mengisi kembali tangki, tetapi tidak menghidupkan kembali kilang yang berhenti beroperasi di Timur Tengah dan Rusia," tulis Hyerczyk.
Di sisi lain, OPEC+ pada Minggu mempertahankan target produksi November, sesuai ekspektasi pasar. Kebijakan tersebut belum mengubah kondisi pasokan fisik yang masih ketat.
Tujuh produsen utama, yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, memproduksi sekitar 25 juta barel per hari pada Agustus.
Angka tersebut meningkat 630.000 barel per hari dari Juli, tetapi masih sekitar 5 juta barel per hari di bawah level sebelum perang pada Februari.
Hyerczyk menilai selisih antara target produksi dan produksi aktual tersebut tetap menjadi faktor penting bagi pasar.