AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

PTPP Raup Pendapatan Rp4,28 Triliun, Melesat 50,79 Persen

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Rabu, 11 Mei 2022 18:27 WIB
Emiten konstruksi dan investasi pelat merah, PT PP (Persero) Tbk membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,28 triliun.
PTPP Raup Pendapatan Rp4,28 Triliun, Melesat 50,79 Persen. (Foto: MNC Media)
PTPP Raup Pendapatan Rp4,28 Triliun, Melesat 50,79 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten konstruksi dan investasi pelat merah, PT PP (Persero) Tbk membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,28 triliun, hal itu merupakan hasil kinerja keuangan perusahaan per 31 Maret 2022 (unaudited) pada Kuartal I-2022.

Angka tersebut tumbuh sebesar 50,79 persen secara year on year (yoy) atau tahunan dibanding capaian pada 2021, yaitu 2,83 triliun.  Laba bersih perusahaan juga tumbuh sebesar 13,42 persen secara yoy menjadi Rp53 miliar dari semula Rp 47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban pokok pendapatan yang dibukukan sebesar Rp 3,73 triliun, sehingga perusahaan mengantongi laba kotor secara konsolidasi sebesar Rp 544,47 miliar dengan marjin laba kotor 12,7 persen.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Corporate Secretary PTPP, Agus Purbianto menjelaskan kenaikan pendapatan usaha perusahaan ditopang oleh hampir semua sektor bisnis. Dimana, usaha mengalami pertumbuhan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan di Kuartal 1-2022 ini. 

Dalam laporan keuangan ini tercatat sektor Konstruksi tumbuh sebesar 36 persen, EPC sebesar 26 persen, dan Properti sebesar 37 persen. Sedangkan kontribusi pertumbuhan Pendapatan Usaha PTPP sebesar Rp 4,28 triliun berasal dari Induk Usaha sebesar 57 persen dan sisanya sebesar 43 persen berasal dari Anak Usaha (PP Presisi sebesar 17 persen, PP Semarang Demak sebesar 9 persen, PP Properti sebesar 8 persen, PP Urban sebesar 4 persen, dan Lainnya sebesar 5 persen).

Pada Kuartal I tahun ini, aset PTPP tercatat sebesar Rp. 56,60 triliun dengan Liabilitas mencapai Rp. 42,15 triliun sehingga Ekuitas perusahaan yang tercatat pada periode ini mencapai sebesar Rp. 14,45 triliun.

“Pencapaian kinerja keuangan yang berhasil dicatat oleh PTPP di awal tahun cukup positif dimana perusahaan masih dapat mencatatkan pertumbuhan Pendapatan Usaha dan Laba Bersih di periode ini,” ujar Agus Selasa (10/05/2022).

Pencapaian kinerja keuangan di awal tahun ini terbilang cukup baik, dimana masih dalam kondisi wabah pandemi Covid-19, PTPP masih dapat membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 53 Miliar. Sementara itu, sampai dengan akhir Maret 2022, PTPP telah mencatatkan belanja modal (capex) sebesar Rp 854 miliar lebih besar 71,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp497 miliar.

Agus menjelaskan belanja modal tersebut telah direalisasikan untuk membiayai anak usaha utama sebesar Rp250 miliar, anak usaha non utama sebesar Rp 588 miliar, dan investasi baru sebesar Rp 16,3 miliar. 

"Di tahun 2022 ini, PTPP menargetkan penyerapan belanja modal sebesar Rp4,3 Triliun yang direncanakan akan digunakan untuk penyertaan investasi pada anak usaha utama dan non utama, entitas, afiliasi, investasi baru dan kebutuhan aset tetap," ungkap dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD