Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas melihat sejumlah katalis yang dapat menjadi penggerak pasar berikutnya.
Salah satunya adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) atau consumer price index (CPI) pada 11 September 2026.
Konsensus memperkirakan inflasi headline AS berada di level 3,4 persen secara tahunan (YoY), sedangkan inflasi inti diproyeksikan mencapai 2,4 persen YoY.
Data tersebut akan menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS.
Selain itu, pergerakan harga komoditas di tengah konflik Timur Tengah juga menjadi katalis yang perlu diperhatikan.