Eddy melanjutkan, pencatatan saham perseroan di BEI juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan perseroan, serta mendorong perseroan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, juga meningkatkan corporate governance perseroan.
Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak 667 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp637,96 miliar dari gelaran IPO ini.
Selain itu, perseroan juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan atau Employee Stock Allocation atau (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 20,01 juta saham atau sebesar 3% dari jumlah saham yang ditawarkan.
Perseroan juga mengadakan Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan atau Management Employee Stock Option Program (MESOP) dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 80,04 juta saham atau sebesar 3% dari modal ditempatkan dan disetor.