Stockbit pada Kamis (15/4/2026) menilai, aksi rights issue SINI berpotensi memperbaiki struktur permodalan secara signifikan. Dengan asumsi harga pelaksanaan di Rp5.000 per saham, dana yang dihimpun dapat mencapai sekitar Rp3,6 triliun, dengan potensi dilusi hingga 60 persen.
Jika skenario tersebut terealisasi, ekuitas SINI diperkirakan berbalik dari negatif Rp687 miliar menjadi positif sekitar Rp1,5 triliun.
Hal ini membuka peluang bagi saham SINI untuk keluar dari papan pemantauan khusus (FCA). Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada eksekusi operasional dari aset tambang yang diakuisisi.
Di sisi lain, PTRO akan memperoleh tambahan kas dari divestasi tersebut, meski berpotensi mencatatkan kerugian sekitar Rp100 miliar dibandingkan total investasi sebelumnya.
Kendati demikian, langkah ini dinilai positif karena memungkinkan PTRO untuk fokus pada bisnis inti jasa pertambangan (pure-play services) dengan profil pendapatan yang lebih stabil.