Pada Mei 2026, misalnya, Haji Isam mengakuisisi sekitar 21,11 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang bergerak di sektor nikel. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar.
Langkah tersebut memperlihatkan semakin luasnya eksposur bisnis Haji Isam di sektor sumber daya alam.
Di bisnis batu bara, Jhonlin Group telah lama memiliki Jhonlin Baratama. Sementara di sektor agribisnis, grup tersebut memiliki bisnis perkebunan sawit dan biodiesel melalui JARR.
Ekosistem pendukung pertambangan juga diperkuat melalui TEBE. Perseroan bergerak di bidang infrastruktur pertambangan, termasuk jalan angkut, stockpile, terminal batu bara, hingga jasa kepelabuhanan.
Jika rumor akuisisi BYAN benar-benar terealisasi, aksi tersebut berpotensi memperbesar pijakan Haji Isam di industri batu bara nasional sekaligus memperkuat keterhubungan antara bisnis tambang dan infrastruktur pendukung yang telah dimiliki Jhonlin Group. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.