IDXChannel - Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/6/2026), usai MSCI mengumumkan hasil Market Classification Review 2026.
Rupiah ditutup melemah 93 poin ke level Rp17.952 per USD dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.859 per USD. Sementara IHSG juga terkoreksi tajam 3,56 persen atau 217,45 poin ke level 5.883,88 hingga bel penutupan.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, hasil pengumuman MSCI hari ini merupakan salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah pada hari ini.
"MSCI memang mempertahankan status pasar modal sebagai emerging market, tapi sekaligus memberikan catatan terkait aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading," katanya dalam pernyataan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Penyedia indeks provider global itu akan mereview kembali klasifikasi pasar modal Indonesia pada November 2026, sambil memantau upaya perbaikan yang akan dilakukan oleh Self-Regulatory Organization (SRO).
Ibrahim memandang kondisi tersebut membuat aliran dolar dari investor asing ke dalam negeri menjadi terhambat. Sebab, investor masih menunggu keputusan MSCI terkait klasifikasi pasar modal Indonesia di November 2026.
Dia menuturkan, peninjauan terhadap status pasar Indonesia masih berlangsung dan akan menjadi salah satu perhatian utama para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan. "Hasil evaluasi tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai persepsi investor internasional terhadap kualitas, keterbukaan, dan efisiensi pasar modal domestik," kata dia.
Selain itu, Ibrahim juga menyebut sentimen eksternal masih menjadi faktor penekan nilai tukar. Misalnya pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), hingga perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Selain rupiah, IHSG juga turut mengikuti koreksi mata uang garuda. Indeks terparkir di zona merah dengan pelemahan 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883.
Indeks dibuka di level 6.128,27 dan hanya mampu menyentuh level tertinggi harian di 6.171,38, sebelum tekanan jual yang masif mendorong indeks terus turun hingga menyentuh level terendah 5.876,93.
(Dhera Arizona)