sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tambahan Dana SAL Rp70 Triliun ke Himbara, Ekonom: Penyaluran Kredit Harus Tepat Sasaran

Banking editor Tangguh Yudha
10/08/2026 18:47 WIB
Purbaya resmi menambah sekitar Rp70 triliun dana SAL ke Himbara. Ekonom menilai penyaluran kredit dari perbankan harus tepat sasaran.
Tambahan Dana SAL Rp70 Triliun ke Himbara, Ekonom: Penyaluran Kredit Harus Tepat Sasaran. (Foto: iNews Media Group)
Tambahan Dana SAL Rp70 Triliun ke Himbara, Ekonom: Penyaluran Kredit Harus Tepat Sasaran. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, resmi menambah sekitar Rp70 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara). Suntikan dana tersebut dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

Namun begitu, penempatan dana ke bank Himbara dinilai perlu diikuti dengan pengawasan terhadap penyaluran kredit agar dana tersebut benar-benar memberikan dampak bagi perekonomian.

Chief Economist Permata Bank, Joshua Pardede menyebut, perbankan perlu memastikan dana SAL yang ditempatkan pemerintah dapat disalurkan kepada berbagai sektor perekonomian.

"Penempatan SAL tentunya kalau kita lihat harapannya kan bukan hanya sekedar menjaga likuiditas perbankan, khususnya perbankan Himbara, tapi juga bisa berdampak positif bagi perekonomian. Karena kan fungsi perbankan meningkatkan fungsi intermediasinya  agar tadi dana SAL ini benar-benar ditempatkan ataupun disalurkan kepada sektor-sektor perekonomian," kata Joshia dalam Permata Institute for Economic Research (PIER) Economic Review Kuartal II 2026 yang digelar secara virtual, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, perbankan perlu memastikan dana SAL yang ditempatkan pemerintah dapat disalurkan kepada berbagai sektor perekonomian secara tepat sasaran. Dengan demikian, manfaat kebijakan tersebut dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, serta masyarakat kelas menengah.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement