sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah pada Rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD Tertekan Biaya Energi

Market news editor Nia Deviyana
14/10/2026 07:37 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah pada Rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD Tertekan Biaya Energi. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah pada Rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD Tertekan Biaya Energi. Foto: iNews Media Group.

Kajian dari penyedia indeks global Morgan Stanley (MSCI) tersebut menyoroti transparansi pembentukan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai belum optimal akibat fenomena kepemilikan saham yang terpusat. Kondisi tersebut membuat pasar berspekulasi bahwa status pembekuan (freeze) masih akan diberlakukan pada peninjauan edisi November, sehingga membatasi likuiditas asing yang masuk ke instrumen portofolio domestik.

Di sektor riil, tekanan eksternal membayangi ketahanan neraca perdagangan seiring berlanjutnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memperketat pasokan energi dunia. Keterbatasan kargo pengapalan dan lonjakan premi logistik membuat upaya pengalihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu singkat menghadapi tantangan berat, di tengah kompetisi negara-negara dunia dalam mengamankan kuota minyak mentah.

Pembengkakan biaya pengadaan komoditas energi tersebut kian diperparah oleh ketatnya rantai pasok global dan perebutan kargo minyak mentah antarnegara. Langkah diversifikasi negara mitra dagang menuntut perhitungan fiskal yang cermat agar neraca pembayaran nasional tidak tertekan secara berlebihan.

"Upaya pengalihan impor BBM ke negara seperti Afrika, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Mesir, hingga Eropa memerlukan kalkulasi cermat terkait harga beli dan beban subsidi APBN. Pertamina bersama pemerintah harus memperhitungkan seluruh konsekuensi biaya pengadaan ini karena lonjakan permintaan dolar AS untuk impor berisiko semakin memberatkan kurs rupiah," ujar Ibrahim.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement