Meski demikian, posisi kedua belah pihak masih sangat berjauhan terkait tuntutan untuk mengakhiri perang, dan Iran telah menyerang kapal-kapal di Teluk serta selat tersebut demi menegaskan kendalinya atas jalur perairan itu. Para pejabat Iran juga menyatakan selat tersebut tidak akan dibuka kecuali AS memenuhi persyaratan Teheran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada bulan Juni namun kemudian gagal terlaksana.
Sementara itu, Indeks Harga PCE inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, tetap stabil di 3,3 persen sesuai dengan konsensus pasar. Secara bulanan, Indeks Harga PCE dan Indeks Harga PCE inti keduanya naik sebesar 0,2 persen pada bulan Juli. Laporan ini muncul setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) Juli yang relatif moderat. Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat besok.
Dari dalam negeri, pasar merespons positif terhadap aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang sejauh ini berlangsung tertib dan damai. Massa dari berbagai kelompok seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan aliansi lainnya mendesak DPR RI agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
Berdasarkan sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih rentan fluktuatif namun berpotensi melemah pada rentang Rp17.740 - Rp17.790 per USD.
(NIA DEVIYANA)