sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.184 per USD

Market news editor Nia Deviyana
28/10/2026 15:32 WIB
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih tertekan sentimen ganda, terutama dari eksternal.
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.184 per USD. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.184 per USD. Foto: iNews Media Group.

Pada Senin, pasukan Houthi menyatakan telah menyerang stasiun pompa di jalur pipa minyak mentah Timur-Barat milik Arab Saudi serta bandara Riyadh, meskipun Arab Saudi belum memberikan konfirmasi langsung atas klaim tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, kerajaan tersebut melaporkan telah berhasil mencegat sejumlah rudal dan pesawat nirawak (drone).

Pasar juga menantikan konferensi pers dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang mungkin akan memberikan sinyal mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya, meskipun kemungkinan dia tidak akan memberikan panduan resmi. Selain itu, pasar akan mencermati rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed pada hari Kamis, untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga. Di samping itu, para investor juga bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS pada 3 November nanti.

Dari internal, pemerintah memastikan pasokan bahan bakar tetap memadai dengan stok bahan bakar bersubsidi cukup untuk kebutuhan 16–18 hari, sementara persediaan jenis bahan bakar lainnya berada di atas ketentuan minimum. Pernyataan pemerintah mengenai kecukupan stok BBM memberikan indikasi bahwa risiko gangguan pasokan dalam jangka pendek dapat dikelola. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak otomatis menjamin bahwa APBN terbebas dari tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia.

Kebijakan yang perlu diperhatikan mencakup pengelolaan cadangan energi, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, pengendalian konsumsi energi, serta pengelolaan risiko harga minyak dan nilai tukar. Efektivitas kebijakan tersebut perlu dinilai berdasarkan data aktual mengenai harga minyak, realisasi subsidi dan kompensasi energi, serta kondisi fiskal pemerintah. Kecukupan stok BBM berkaitan dengan ketahanan pasokan, sedangkan keberlanjutan subsidi berkaitan dengan kemampuan fiskal negara. Keduanya saling berhubungan, tetapi tidak dapat disamakan.

Selain itu, kekhawatiran inflasi di tengah tingginya harga pangan merupakan persoalan ekonomi yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi. Secara ekonomi, kenaikan harga pangan dapat mendorong inflasi dari sisi penawaran (cost-push inflation), khususnya apabila kenaikan tersebut disebabkan oleh gangguan produksi, perubahan cuaca, distribusi yang tidak lancar, atau meningkatnya biaya transportasi dan pupuk.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement