Untuk menjaga ketahanan kinerja dalam jangka panjang, KLBF menempuh sejumlah strategi operasional. Perseroan antara lain melakukan penyesuaian harga secara selektif pada produk konsumen, menggeser portofolio ke produk dengan margin lebih tinggi, serta meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada segmen alat kesehatan.
"Kita juga sudah bicarakan mengenai strategi untuk berinvestasi di TKDN. Ini kita lakukan mungkin untuk divisi alat kesehatan dalam bentuk melakukan perakitan secara lokal. Untuk sektor obat resep sendiri memang masih terkendala dengan keterbatasan bahan baku obat yang tersedia secara lokal," ujar Kartika.
Genjot Ekspor sebagai Natural Hedging
Di tengah tekanan nilai tukar, KLBF juga melihat ekspor sebagai salah satu strategi untuk mengimbangi dampak fluktuasi kurs. Saat ini, kontribusi ekspor terhadap pendapatan perseroan masih di bawah 10 persen atau sekitar 7 persen.
Meski porsinya relatif kecil, bisnis ekspor KLBF mencatat pertumbuhan dua digit dalam dua tahun terakhir. Perseroan pun menargetkan pertumbuhan bisnis ekspor dapat melampaui pertumbuhan pasar domestik dalam jangka panjang.
"Bisnis ekspor ini menjadi suatu target bagi kami untuk bisa meningkatkan kontribusi ekspor kami yang saat ini masih di kisaran di bawah 10 persen. Secara jangka panjang kita menginginkan adanya pertumbuhan yang lebih tinggi dari bisnis ekspor kami di atas pertumbuhan untuk pasar lokal," tutur Kartika.