Prospek kebijakan moneter global juga dibayangi ketidakpastian akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak hingga 20 persen dalam kurun dua pekan terakhir, akibat ketegangan dan saling serang antara AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz, turut memengaruhi sentimen pasar.
Sementara dari dalam negeri, langkah pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI sempat memicu ketidakpastian di tengah depresiasi rupiah, maraknya arus modal asing yang keluar (outflow), serta potensi kenaikan suku bunga global. Meski demikian, penunjukan kepemimpinan sementara dinilai mampu memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar.
"Namun, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan," ujar dia.
Ke depan, perhatian para pelaku pasar dipastikan tertuju pada proses penetapan Gubernur BI definitif. Kepastian sosok pimpinan baru tersebut menjadi kunci penting dalam menjaga kredibilitas, independensi kebijakan moneter, serta stabilitas nilai tukar rupiah ke depannya.
(NIA DEVIYANA)