Untuk menjaga kestabilan, Novani memberikan indikasi alokasi portofolio bagi investor berprofil risiko moderat, yakni 35 persen pada reksa dana pasar uang, 40 persen pada reksa dana pendapatan tetap, dan 25 persen pada reksa dana saham.
Sementara itu, Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Francisca Gerungan menekankan pentingnya memahami fungsi setiap instrumen investasi daripada sekadar mengejar tingkat imbal hasil tertinggi dalam jangka pendek.
“Investor sebaiknya tidak hanya bertanya produk mana yang memberikan return paling tinggi, kemudian hanya melihat kinerja 1 tahun terakhir sebagai acuan, tetapi juga apa fungsi produk tersebut di dalam portfolionya. Dengan begitu, keputusan investasi dapat lebih terarah sesuai kebutuhan dan tidak hanya didasarkan pada kondisi pasar dalam jangka pendek,” ujar Francisca.
Langkah rebalancing atau evaluasi portofolio di tengah membaiknya kondisi pasar modal Indonesia ini dinilai akan lebih optimal jika disesuaikan secara personal dengan tujuan keuangan, horizon investasi, serta profil risiko masing-masing investor.
(Rahmat Fiansyah)